Retribusi PWA Belum Optimal, Dispar Bali Akui Wisman Minim Informasi

Retribusi PWA Belum Optimal, Dispar Bali Akui Wisman Minim Informasi

Retribusi Pariwisata Wilayah Administratif (PWA) di Bali dinilai belum optimal karena minimnya informasi yang diberikan kepada wisatawan mancanegara. Hal ini diakui oleh Dinas Pariwisata Bali yang menyatakan bahwa masih banyak wisatawan yang tidak mengetahui tentang retribusi yang harus mereka bayarkan saat berkunjung ke destinasi pariwisata di Pulau Dewata.

Retribusi PWA sendiri merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh wisatawan mancanegara saat masuk ke kawasan pariwisata di Bali. Biaya ini biasanya digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan destinasi pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Namun, Dispar Bali mengakui bahwa masih banyak wisatawan yang kurang informasi mengenai retribusi ini. Hal ini bisa disebabkan oleh minimnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan oleh pihak terkait. Sehingga, banyak wisatawan yang akhirnya tidak membayar retribusi ini atau bahkan tidak mengetahui bahwa mereka seharusnya membayarnya.

Dengan minimnya informasi mengenai retribusi PWA ini, tentu saja potensi pendapatan dari sektor pariwisata di Bali juga terganggu. Oleh karena itu, penting bagi pihak terkait untuk meningkatkan promosi dan sosialisasi mengenai retribusi ini kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

Diharapkan dengan adanya upaya promosi dan sosialisasi yang lebih intensif, wisatawan mancanegara dapat lebih memahami pentingnya membayar retribusi PWA ini. Sehingga, pendapatan dari sektor pariwisata di Bali dapat meningkat dan destinasi pariwisata di Pulau Dewata dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.