BEM Tolak Kerja Sama TNI-Unud, Kodam IX/Udayana Angkat Bicara

BEM Tolak Kerja Sama TNI-Unud, Kodam IX/Udayana Angkat Bicara

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana menolak kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Universitas Udayana. Hal ini menimbulkan kontroversi dan mendapat tanggapan dari Kodam IX/Udayana.

Ketua BEM Universitas Udayana, Made Gandra Wiguna, menegaskan bahwa pihaknya menolak adanya kerja sama antara TNI dan universitas karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan kemandirian perguruan tinggi. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam dunia pendidikan dapat mengganggu kebebasan akademik dan otonomi kampus.

Namun, Kodam IX/Udayana sebagai pihak yang terlibat dalam kerja sama tersebut angkat bicara. Kolonel Inf. I Gede Putu Wibawa Jelantik selaku Kepala Staf Kodam IX/Udayana menegaskan bahwa kerja sama antara TNI dan Universitas Udayana adalah untuk kepentingan bersama, terutama dalam hal pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan bangsa.

Menurutnya, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Universitas Udayana serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kodam IX/Udayana juga menekankan bahwa kerja sama ini dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kontroversi antara BEM Universitas Udayana dan Kodam IX/Udayana ini menunjukkan perbedaan pandangan antara mahasiswa dan pihak militer. Namun, penting bagi kedua belah pihak untuk berdialog dan mencari solusi yang terbaik demi kepentingan bersama. Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan pendidikan dan pembangunan di Indonesia.